Posted by: prihadisetyo | August 19, 2009

ENAKNYA JADI DOSEN

Tulisan ini dimaksudkan untuk memotivasi para calon dosen, karena seperti halnya guru, dosen juga merupakan profesi yang sangat menentukan kemajuan bangsa. Selain itu setiap saya bertanya pada mahasiswa saya, yang ingin jadi dosen hanya satu dua, padahal saya dan generasi saya 10-15 tahun lagi kan harus pensiun dan harus ada penggantinya. Sengaja saya tidak cerita tidak enaknya menjadi dosen karena saya khawatir akan men”demotivasi” calon dosen. Saya jadi dosen PNS sejak Desember 1983, dan diangkat atau diusulkan oleh pembibing saya almarhum Prof. Samodra, jadi bukan karena saya ingin tetapi saya terima karena kalau ada usulan dari Profesor pembimbing berarti ada kepercayaan dari beliau. Itu suatu point yang bagi saya luar biasa, kepercayaan dari sekitar. Beberapa hal yang pantas saya utarakan sebagai alasan enaknya jadi dosen antara lain:

  1. Mengajar hingga yang diajari mengerti merupakan kepuasan tersendiri. Dan yang lebih dari itu pasti diantara yang mengerti akan tersemangati untuk belajar lebih jauh dan mendalam sehingga timbul kepercayaan diri pada mereka. Hal ini berarti akan mendorong mereka untuk berprestasi, luar biasa kebanggaan pada diri kita sebagai dosennya, tak ternilai harganya.
  2. Para terdidik yang menganggap kita sebagai dosennya bisa menjelaskan dengan baik sehingga mereka sukses di suatu pelajaran, biasanya ada yang fanatik untuk ikut di kuliah kita yang lain. Ini terbukti bagi saya, bila saya perhatikan, banyak mahasiswa bimbingan TA saya yang fanatik untuk saya ajari. Ini juga merupakan kebanggaan yang tak ternilai karena terpercaya sebagai pembimbing.
  3. Setelah melampaui beberapa waktu, beberapa mantan mahasiswa saya banyak yang berhasil memperoleh pekerjaan yang cukup baik atau bahkan sangat baik untuk ukuran Indonesia. Dengar kabarnya saja sudah ikut senang, sehingga tautan silaturahmi masih nampak ada. Apalagi jika yang bersangkutan kirim kabar via sms, email atau lewat kawannya, wah kesenangan dan kebanggaan tersendiri lagi.
  4. Di bidang pendidikan sendiri, hingga saat ini sudah ada 4 mantan mahasiswa bimbingan saya yang sudah meraih gelar doktor, 3 diantaranya di luar negeri dari universitas terkenal di luar negeri. Tiga diantaranya pula berprofesi sebagai dosen, wah kebanggaan tersendiri karena tidak banyak orang seusia saya saat ini punya mantan bimbingan yang telah doktor sebanyak yang saya miliki. Apalagi saat ini saya juga punya bimbingan S3 orang asing lagi yang sebentar lagi menyelesaikan doktornya. Bisa membimbing orang asing sampai doktor? wah kebanggaan lain lagi rasanya.
  5. Setiap semester ganti mahasiswa dan ganti bimbingan, ini juga merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. betapa tidak? Wong teman kita jadi banyak dan otomatis kalau kita ikhlas amalan kita juga menjadi lebih banyak.
  6. Tidak pernah minta, suka dioleh-olehin oleh mantan murid dengan berbagai macam souvenir. Yang lebih menyenangkan lagi sering kali mantan mahasiswa mengajak atau memberi pekerjaan, entah penelitian, perancangan atau studi di industri dll. Selain menambah wawasan, fulus juga bertambah sehingga kesejahteraan kita sebagai dosen tidak perlu dicemaskan.
  7. Apalagi kalau kepakaran kita banyak dibutuhkan di masyarakat, tidak perlu mencari pekerjaan, mereka banyak yang menawari pekerjaan. Jujur sejak pulang dari tugas belajar tahun 90 saya praktis hanya sekitar 6 bulan tombok untuk keperluan hidup sehari-hari karena masa transisi saja. Selebihnya setelah itu praktis hidup kami secara ekonomi alhamdulillah berkecukupan, bahkan banyak yang bilang berlebihan untuk seukuran usia saya. Alhamdulillah sekali lagi .
  8. Dari sisi karier, kalau kita pintar membawakan diri, artinya memiliki banyak tulisan ilmiah, melakukan penelitian meskipun kadang sebagian dari hasil karya untuk masyarakat industri misalnya, naik pangkat lancar sehingga akan otomatis terkait dengan pembinaan kepakaran kita dan kesejahteraan kita.

Barangkali 8 dulu ya, karena masih banyak lagi hal-hal yang menyenangkan dan membanggakan sebagai dosen di Indonesia ini, tidak perlu harus ke negeri jiran. Bagi saya kalau bukan kita sendiri yang mendidik bangsa ini siapa lagi? Kesimpulan saya, walaupun saya tidak melamar jadi dosen tetapi karena ditawari dan mau, kalau ikhlas menjalani, tekun dan pantang menyerah, insyaALLAH berprofesi sebagai dosen juga tidak kalah baik secara karier maupun kesejahteraan dibanding profesi lainnya. Rasanya enaknya jadi dosen masih jauh lebih banyak dibanding tidak enaknya. Hidup dosen, sejahtera dosen, dan……….jangan takut jadi dosen. Selamat merenung.


Responses

  1. Wah beruntung nih dapet dosen walinya pak prihadi…….he….he….

    Wirana, tks ya kunjungannya. Salam. psd

  2. semangat pak….hehehe, saya salah satu mahasiswa bapak yang gak pernah merasakan bagaimana bapak ngajar….tapi tak apa…itu udah masa lalu..
    sayang bangeut pak…gak semua dosen punya sikap seperti bapak…karena mungkin dari sebagian mereka seperti tidak iklas dalam mengajar… contohnya saja banyak dosen2 yang gak masuk ketika jam kuliahnya dimulai…atau ada juga dosen2 yang seperti enggan memberikan ilmunya pada mahasiswanya…

    tapi saya hanya berharap, dengan adanya bapak di kampus swasta tempat saya menimba ilmu….saya berharap bapak bisa memberikan lebih kepada adik2 saya disana sehingga ke depannya mereka dapat lebih baik dari saya…amiin

    Ramdan, tks komentarnya.
    Saya hanya berusaha untuk mengajarkan ilmu saya sebaik-baiknya supaya bangsa ini pinter, gitu saja. Mengenai kawan lain yang kurang ikhlas, mari kita doakan saja semoga sadar dan akhirnya ikhlas karena yang akan kita bawa nanti amal kita yang ikhlas kan. Salam. psd

  3. Kalo kata facebook.. Saya “Likes this” , hehe..

    Terimakasih pak atas tulisannya. Jadi semakin menyemangati saya untuk jadi dosen. Semoga 10 tahun ke depan saya sudah bisa jadi dosen Teknik Mesin ITB, hehe..

    Febri,ya deh saya doakan, semoga dosen teknik mesin ada wanitanya he-he-he, tapi saya sudah mau pensiun ha-ha-ha., Salam, psd.

    • Pak Pri, saya jadi ingin dengar kisah perjalanan Bapak dari lulus kuliah sampe jadi dosen ni.. soalnya kok bisa Pak ga bosen kuliah terus, hehe..

      • Febri, agak lama saya gak ngeblog. Maaf ya karena sibuk dibutuhkan di industri. Selain itu minta maaf lagi belum bisa jawab pertanyaan atau cerita yang Febri inginkan karena selain panjang ceritanya butuh mood khusus untuk dapat cerita yang panjang, lain kali saya tulisnya, insyaALLAH. Saya doakan kamu tetap semangat belajar/kuliah terus semoga cita-citamu jadi dosen teknik mesin cepat kesampaian. Jaga motivasi dan yakin kalau jalan yang anda ambil adalah penuh rahmat dan barokah, amiiin. Salam, PSD.

  4. Pak Prihadi, saya bangga pernah menjadi mahasiswa bapak.

    Mas Malecius, terima kasih ya, anda angkatan berapa? Salam, psd.

  5. salut dehh….aku juga sedang merintis jalan seperti pak prihadi,,,meski agak telat, tapi aku berusaha terus,,,semoga semangat yang sama,,memberkatiku juga….amin.

    Dear Lita Ekasari,
    Selamat berjuang, usahakan termotivasi sepanjang berkarir ya supaya berbuah, semoga sukses selalu. Aamiin. Terima kasih kunjungannya, salam, psd.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: