Posted by: prihadisetyo | June 30, 2009

MENANGIS DAN BAHAGIA

Kali ini, tulisan ini hanya sebagai selingan untuk mengingatkan kembali kepada kita betapa kita sebaiknya kembali memupuk rohani kita setelah dalam sebulan ini saya ajak untuk diskusi masalah teknik melulu. Ceritanya berawal dari ustadj di radio K Lite Fm 107,1 Bandung yang pada suatu hari mengingatkan kita, para pendengarnya akan pentingnya selalu menabung perbuatan baik setiap hari agar kita nanti bisa tertawa bergembira di kala orang di sekitar kita menangisi kepergian kita. Berbeda dengan saat kita lahir, dimana kala itu kita menangis sementara orang di sekitar kita, ibu, ayah, saudara-saudara dan tetangga semua tertawa menyambut kehadiran kita di muka bumi ini.

sholat

Dalam uraiannya Ustadj tersebut mengingatkan bahwa bagaimana agar kita menjadi orang yang dapat bergembira di depan Allah swt dikala kita menghadapNYA nanti, sementara orang-orang di sekitar kita yang kita tinggalkan menangis karena meratapi kepergian kita. Untuk memperoleh hal seperti itu, saran beliau adalah hendaknya kita senantiasa berbuat baik, menjalankan segala perintahNYA dan menjauhi segala laranganNYA. Sholat merupakan tiang agama hendaknya jangan kita lalaikan. Shodaqah, yang merupakan amalan sesama yang luhur hendaknya selalu kita pentingkan dan kita luangkan baik di kala kita dalam keadaan longgar maupun di kala sedang sempit. Sebenarnya shodaqah ini bagian dari zakat, artinya kalau memang kita sudah diwajibkan dan memenuhi syarat harus berzakat, ya kita tunaikan dulu, baru kelebihannya akan dihitung sebagai shodaqah. Shalat dan zakat, perintahnya biasanya disatuayatkan, sehingga keduanya merupakan hal yang sulit dipisahkan pengamalannya.

memberiMasih banyak hal-hal baik yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita antara lain mencari ilmu, berdzikir, merenungkan kejadian di alam dan mengagungkan asmaNYA, mengajari orang lain, dan lain-lain bahkan tersenyum pada orang lainpun juga merupakan hal baik. Marilah kita mencobanya agar kelak kita bisa tertawa di kala orang disekitar kita menangis karena kepergian kita. Amiiin.


Responses

  1. Halo Pak.

    Saya sudah ngambil mata kuliah bapak 3 kali (hattrick). Waktu ngga lulus, saya ngga mengangis kok Pak. Tapi ketika sudah lulus, bahagia banget. Hehe.

    Walaupun mungkin lupa sama materi-materi kulyahnya, saya yakin kalau saya dan teman-teman yang lain tidak akan lupa sama Bapak. Selain karena Pak Pri famous juga (Hehe, jangan ge-er ya Pak).

    Mengutip dari Laskar Pelangi – “hidup bukan tentang apa yang kau terima, tapi tentang apa yang telah kau berikan”

    Insya Allah saya akan mengamalkan ilmu yang telah saya dapat dari Bapak, dari dosen-dosen yang lain. Soalnya mungkin dengan cara itu juga saya bisa tetap ingat dengan materinya dan menjadi engineer yang baik. Hehe.

    Makasih Pak. Best regards.

    Fadli, hallo lagi’
    Terima kasih masih mau ingat saya. Yang penting bukan ngambil mata kuliahnya berapa kali tapi mengertinya. Gak papa sekarang tetap semangat ya untuk memberi kepada sesama seperti kutipanmu dari laskar pelangi ya. Saya doakan terus cita-citamu tercapai dan barokah, amiiin. Salam, PSD


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: