Posted by: prihadisetyo | March 22, 2009

BELAJAR DARI MENYEGERAKAN URUSAN

Sebagai dosen, saya ingin berbuat sebaik mungkin terhadap mahasiswa, termasuk memarahi mereka bila memang harus marah dan pantas melakukannya. Untuk tidak mengecewakan mereka, saya copy tabel termodinamika, saya berikan kepada ketua kelas di depan mereka dengan pesan:

  1. Kalian harus berusaha memiliki tabel ini dengan cara mengcopy atau pinjam mhs tedahulu atau dari sumber lain.
  2. Saya beri batas waktu 3 minggu dari hari ini agar semua peserta memilikinya, dan kalau sampai batas waktu tersebut masih ada yang tidak membawa tabel, maka yang bersangkutan tidak saya ijinkan mengikuti kuliah sampai saat kuliah yang bersangkutan membawa tabel.
  3. Bagi yang tidak punya uang untuk foto copy tabel, bilang sama saya, akan saya beri uang utnuk biaya foto copy tersebut. Saat itu tidak satupun mahasiswa mengangkat tangan, yang saya terjemahkan mereka semua punya dana untuk fotocopy.

Pada minggu ketiga dari hari tersebut saya datang ke kelas lebih awal dari biasanya. Belum ada satupun mahasiswa hadir. Saya tunggu sampai 15 menit, baru sekitar 7 orang dari 40 orang yang tercatat dalam daftar hadir datang. Ok, well, kuliah saya mulai. Selama kuliah berlangsung satu dua mulai datang dan selalu saya tanya, apakah anda bawa tabel? Pada umumnya mereka bawa dan saya ijinkan mengikuti kuliah. Puncaknya saat 30 menit menjelang kuliah selesai datanglah serombongan mahasiswa ingin ikut kuliah. Wah ini mulai keterlaluan piker saya. Saya tanya mereka kenapa baru datang? Serempak mereka menjawab lama menunggu selesainya fotocopy tabel pak. Ok saya persilakan mereka masuk. Setelah duduk, mulailah saya marah dengan harapan mereka akan ingat sepanjang hayatnya. Jadi sebenarnya marah saya itu adalah marah pura-pura. Intinya mereka saya ingatkan, kenapa mereka senang menunda waktu hingga akhirnya mengganggu kuliah dan merugikan mereka sendiri tidak dapat mengikuti kuliah lengkap pada hari tersebut. Mengapa mereka tidak menyegerakan urusan mereka seperti perintah Rasulullah saw? Allah swt memberikan waktu yang sama bagi umatnya yaitu 24 jam sehari. Efektivitas pemanfaatan waktu diserahkan kepada masing-masing. Satu detikpun kita masih bias meraih pahala darinya kalau diwaktu senggang kita selalu ingat kepadaNYA dan berdzikir untukNYA dengan mengucap “shubqanallah atau Alhamdulillah” misalnya. Saya sendiri belum bisa melaksanakan anjuran tersebut secara penuh, namun kalaupun terpaksa menunda, saya selalu berusaha agar tidak merugikan diri saya apalagi orang lain. Semoga tulisan singkat ini memotivasi kita agar selalu berusaha menyegerakan urusan kita. Amiin.


Responses

  1. Ass,

    Hormat saya kpd Bpk.
    di Tempat.

    Maaf saya yang sebesar- besar Nya, saya salah satu mahasiswa yang mengikuti mata kuliah thermo dinamika teknik dasar yang bapak Ajarkan di unversitas Pasundan yg saya cintai.

    Saya pada waktu itu sangat merasa bersalah, dan mengecewakan bapak sbg Dosen yang telah memberikan pemberitahuan sebelumnya.

    dan Apa yang bisa menyebabkan saya bisa melakukan kesalahan pada waktu itu……:
    1. ketua kelas yang tidak memberikan imformasi secara langsung,pada mahasiswa yang berbeda kelas, dan berbeda angkatan. “acuh tak acuh”

    2. Tuntutan Universitas yang menomber satukan Praktikum,yang pas waktu nya berbentrokan dengan jam kuliah,,,
    praktikum ini yang di tuntut oleh jurusan agar kami mendapatkan nilai yang maximal, maka dari itu kami para prktikan 2 minggu bekerja keras Untuk mencapai nilai yang maksimum,dengan cara tiap malam bergadang untuk mengerjakan tiugas pendahuluan & tugas akhir…..yakni 2 praktikum &7 modul.secara waktu yang tidak lama (sempit)…

    3. saya hanya manusia biasa,tiada Usaha dan Upaya, tapi kesempurnaan adalah milik Allah SWT

    mungkin masih byak lagi penjelasan2 yang saya tidak biosa ungkapkan lagi….baik dari saya sendiri maupun teman satu angkatan yang punya masyalah seperti saya….

    seadainya mungkin praktikum tak sribet dan sekeras yang saya alami saat ini,mungkin saya akan tidak melakukan kesalahan2 yang mungkin sangat mengecewakan bapak sbg dosen.

    mungkin saya kurang bisa menjelaskan kata2 sebagai mana mestinya,namun sya berusaha untuk belajar dan belajar…

    hormat saya
    rangga diaprima
    Nrp 0730055
    mesin teknik

    Rangga,
    Tks atas kejujuran dan ketulusan semangatmu untuk belajar lebih baik di masa yang akan datang. Mengenai keluhan kamu tentang universitas yang kurang bijak dalam mengatur waktu, karena bagi saya kuliah dan praktikum sama-sama penting, nanti akan saya coba laporkan ke Ketua Jurusan biar beliau yang mengatur. Sabar, ya. Salam untuk kamu dan kawan-kawan lainnya.
    Pak Pri.

  2. Semoga amal baik bapak dibalas Alloh SWT lebih baik… mohon do’anya supaya saya juga dapat menjadi manusia berguna bagi orang lain seperti bapak.
    Terima kasih atas ilmu yang telah diberikan…
    jangan bosen-bosen ya pak didik mahasiswa bodoh seperti saya hehehehe…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: