Posted by: prihadisetyo | September 10, 2008

BLUE ENERGY DAN SUPER TOY

Mengenang kasus blue energy dan super toy si padi unggulan, saya jadi berpikir kok rasanya nasib bangsa ini belum beranjak dari kebodohan satu untuk pindah ke kebodohan lain. Ini bukan berarti bangsa kita bodoh dalam hal berpikir atau mencipta, bukan dan sekali lagi bukan. Yang saya maksud kebodohan adalah kebodohan para manager negara ini dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada sebagai pertimbangan dalam memutuskan sesuatu untuk kemaslahatan bangsa. Sebenarnya banyak sekali Profesor dan Doktor yang asli di Indonesia ini. Maksudnya asli adalah yang cara mencapai kehormatan tersebut sesuai dengan track yang benar. Mereka merupakan nara sumber yang dapat dimanfaatkan dalam pertimbangan pengambilan keputusan. Jangan sampai keputusan diambil berdasarkan pertimbangan para pembisik yang kadang avonturir, punya tujuan politis, atau sasaran lain yang sifatnya hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan, bukan untuk kemaslahatan bangsa, sekali lagi bukan untuk kemaslahatan bangsa.

Saya sering membaca kisah sukses, yang betul sukses, bukan isapan jempol. Mereka pada umumnya melewati jalan berliku, menanjak dan terjal serta membutuhkan waktu yang lama untuk meraih sukses tersebut. Ini berarti kalau untuk menemukan energi alternatif atau bahan pangan yang unggul logika saya mengatakan diperlukan penelitian yang lama dan serius karena membutuhkan perbaikan dan validasi beberapa kali. Dengan demikian sulit rasanya dalam satu periode kepemimpinan untuk memperoleh sesuatu yang bersifat ampuh dan sangat berguna bagi kemaslahatan masyarakat karena waktunya saya rasa kurang cukup untuk mencapai sasaran seperti itu. Jangankan untuk menggantikan sesuatu yang biasa telah dimanfaatkan oleh masyarakat seperti minyak dan beras, memperbaiki sistem yang ada saja seperti perbaikan jalan sehingga berumur lebih dari satu tahun tanpa perawatanpun juga susah.

Oleh karena itu, saya malahan jadi berpikir apakah tidak mungkin di Indonesia ini kita bentuk suatu sistem yang semua warga harus patuh. Contohnya untuk memutuskan penggunaan padi harus diuji selama lima kali musim tanam dengan hasil yang berturut-turut mengesankan, dan lembaga penelitiannya adalah Balitbang Pertanian, dan dengan luas area sawah tidak perlu 100 hektar, dan lain-lain tanpa di-bypass oleh para pembisik di sekitar manajer negara. sedangkan untuk menurunkan suatu sumber energi alternatif yang layak digunakan harus melalui penelitian, uji coba, perhitungan ekonominya, ketersediaannya dalam waktu mendatang, keterbaruannya, dan lain-lain serta diumumkan oleh departemen energi yang dipimpin oleh manager yang ikhlas dan telah didasarkan pada pertimbangan para pakar yang tawadu. Bagaimana pendapat anda? Semoga mimpi menjadi bangsa yang terpimpin oleh manager yang bener atas dasar ikhlas demi kemaslahatan bangsa segera terwujud. Selain itu berita bohong atau manager bangsa ini dibohongi atau bagsa kita dibohongi atau sebangsanya tidak terulang lagi. Amiin.


Responses

  1. Shinta ikutan nimbrung boleh ya…

    soal supertoy shinta nggak ngerti, soal bahan bakar dari Air yg digembor gemborin pake nama blue energy ternyata cowokku dan temen temen juga udah bisa buat.

    katanya dicoba pake energy gede malah nggak bisa mecah molekulnya kemarin dicoba sama temen2 kampusnya pake energy kecil eh malah bisa tuh meskipun keruh kayak kopi … hihii… item tapi bisa dibakar. bahan dasarnya air pakai carbonnya dari sisa bakar kertas/sampah, pokoknya carbon kayak abu rokok dan buangan asap dari knalpot

    dan mungkin yayang shinta dan temen2 kampus akan terus mencoba sendiri dulu.. terbukti ini bisa kok cuma sayang lembaga riset kita mandul semua yaah.. ayo mas mas di lab jangan kebanyakan baca buku.. praktek dong dengan cara yg kreative. buku itu hanya teori sementara jangan terjebak di dalam tempurungnya.. then you can’t see the other way.

    Kata yayang suruh dipesenin nulis JANGAN KATAKAN TIDAK BISA tapi KATAKAN BELUM BISA.

    coba deh sendiri bikin gampang kok.. ternyata yg susah kata temen2 yayangku mungkin membuatnya dalam sekala besar

    Tulisan mas Prihadisetyo ini mencerminkan jiwanya yang bersih dewasa, sabar seperti calon penghuni surga .. amin.

  2. Wah trims sinta komentarnya yang canggih. Trims pula kritiknya yang harus mengatakan belum bisa, bukan tidak bisa. Yang saya maksud memang bukan tidak bisa, tapi secara ekonomis belum layak untuk dibisniskan gitu kira-kira he-he-he. Sekali lagi tks dan selamat mencoba terus bagi yayangnya shinta salam kenal dan semoga suatu hari berhasil dalam sekala besar yang ekonomis sehingga bermanfaat besar untuk kemaslahatan umat, amiin.

  3. Klo tentang blue energy, saya hanya tahu bahwa itu elektrolisa untuk mendapatkan hidrogen (bonus oksigen). Efisiensi secara teoritis bisa naik karena pembakaran dengan oksigen dapat mencapai temperatur pembakaran yang lebih tinggi ditambah dengan hidrogen. Tapi ya itu tekor karena ambil listriknya dari kumparan (dinamo) mesin juga.
    (mohon koreksinya klo saya salah ya Pak Pri, saya dapat dari Majalah Motor).
    Dan klo tentang padi, Teknik Kimia ITB sudah ada yang meriset. Hasilnya 6-10ton/ha dari biasanya 4-6ton/ha, sudah pernah masuk kompas. Padinya ditanam di ploybag karena tidak butuh banyak air, di Bandung ada yang coba nanam di tempat jemurannya. Jadi ada ekosistem baru di tempat jemuran karena didatangi burung-burung. Penemuan-penemuan itu saya kliping dari kompas.
    Orang Indonesia ternyata sudah bisa membuat alat penarik awan, sayang klipingnya hilang. Dalam berita itu NASA sudah mencoba kerjasama. Tapi pembuatnya keburu dipanggil ALLAH swt. Mohon maaf bila ada salah kata.
    Wassalam.

    Mas Pradygdha, tks kunjungannya, komentarnya dan salam kenal.
    Anda benar kalau elektrolisa ya memang bisa, tapi untuk saat ini kalau dipakai sebagai pengganti bensin masih belum ekonomis karena mahal (masih tekor). Mengenai padi, yang ingin saya utarakan lebih ke kenapa banyak orang Indonesia ini yang pinter-pinter tapi kok yang di blow-up dan dekat dengan manager negara justru yang belum bisa bermanfaat banyak untuk kemaslahatan umat, jadi rasanya masih banyak yang the wrong mans on the wrong places, begitu mas. Salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: