Posted by: prihadisetyo | June 21, 2008

SIKAP KITA DALAM MENUNJANG KETAHANAN ENERGI NASIONAL

Masalah BBM akhir-akhir ini menjadi mengemuka setelah fakta harga minyak dunia melambung hingga lebih dari 130 US $/barel.  Sedangkan kehidupan kita sangat ditunjang oleh energi minyak bumi atau BBM.  Contoh nyatanya adalah kebutuhan listrik kita. PLN, sebagai provider utama listrik kita, sumber energi utamanya masih didominasi oleh minyak. Oleh karena itulah posisi keuangannya masih rugi alias harus disubsidi.

Bagaimana dengan ketahanan energi nasional kita saat ini dan mendatang? Ada kawan yang meneliti bahwa ketahanan energi kita saat ini sangat rawan, dan apabila kebijakan energi tidak segera diperketat, khususnya capaian Perpres tentang diversivikasi energi tidak tepat waktu, kondisi mengkhawatirkan akan segera terwujud.  Banyak faktor penyebab kondisi saat ini antara lain kebijakan kontrak penjualan minyak kita yang berjangka panjang sehingga tidak mudah bagi kita segera mengubahnya,  kurang cepatnya pencapaian produksi bioenergi, masih borosnya pemakaian energi kendaraan bermotor kita yang sebagian besar masih berteknologi agak lama, masih banyaknya energi panas bumi kita yang belum tereksploitasi  dan lain-lain.

Lalu bagaimana sikap kita menghadapi kondisi seperti ini, khususnya bagi keluarga menegah keatas yang pada umumnya konsumsi energi per kapitanya lebih tinggi disbanding keluarga sederhana? Salah satu sikap yang penting adalah disiplin memakai energi secara efisien. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menunjang sikap ini antara lain:

1.      Memakai penerangan alam sebanyak-banyaknya di siang hari, khususnya di rumah dan di tempat kerja.  Kurangi pemakaian lampu penerangan di siang hari dan menggantinya dengan sinar matahari sebanyak-banyaknya misalnya membuka tirai, memasang  kaca terang (bukan riben) dan lain-lain.

2.     Setel temperatur ruangan ber-AC pada 25 – 26 oC. Tidak perlu misalnya kita set temperatur 19oC terus kita pakai selimut saat tidur. Kantor dengan temperatur  sekitar 25oC tidak mengurangi kenyamanan kita.

3.      Mengurangi pemakaian bahan bakar rumah tangga dengan cara menggunakan air panas dari energi surya. Gampangnya apabila tangki air kita berada di luar, tidak beratap dan dicet hitam niscaya di sore hari kita peroleh temperatur air kita yang lebih hangat di musim kemarau.  Kurangi kesukaan minum air dingin, karena selain kurang baik bagi kesehatan pendinginan air membutuhkan energi pula.

4.     Bersikap efisien dalam memakai energi selama di kantor dengan cara memakai lampu seperlunya di siang hari, mematikan lampu dan AC dikala meninggalkan ruangan, mengubah setting temperatur AC kita ke sekitar 25oC, tidak menggunakan lift untuk naik turun kurang dari 3 lantai (demi kesehatan juga), memakai air di toilet seperlunya. Efisien dalam pemakaian kertas dan kemasan, , dan lain-lain.

5.     Mengurangi frekuensi berkendaraan sendirian. Selama masih memungkinkan untuk berbanyakan dengan satu kendaraan, lakukanlah. Tidak memakai kendaraan untuk bepergian pada jarak kurang dari 500 m. Tidak memanaskan kendaraan lebih dari 5 menit, dan lain-lain.

6.     Dan masih banyak lagi kan hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menunjang ketahanan energi nasional kita?

 

Selamat mencoba. Salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: