Posted by: prihadisetyo | May 10, 2008

HOBBY YANG BERMANFAAT II

Assalamualaikum wr wb,

Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang dirahmati oleh Allah, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita semua yang tak terhitung jumlahnya dan salah satunya pada pagi ini yang telah membawa hati dan badan kita untuk datang ke masjid ini dalam rangka menjalankan ibadah shalat subuh berjamaah.

Pada pagi ini saya akan meneruskan perihal tentang hal-hal yang disarankan untuk menjadikan sebagai kesenangan kita. Pada dua minggu yang lalu telah saya sampaikan bahwa ada 10 anjuran yang sebaiknya menjadi kesenangan kita bersama untuk melakukannya. Tiga diantaranya telah saya sampaikan yaitu mencari ilmu yang salah satunya kita telah menjalaninya bersama pada pagi ini, berdzikir kepada ALLAH, sebaiknya hendaknya kita lakukan kapan saja, serta berteman dengan orang-orang yang saleh dan salehah yang salah satu cirinya adalah orang-orang yang selalu menyeru tuhannya di waktu pagi dan petang.

Ibu bapak sekalian yang saya hormati, berikut ini lanjutan dari ketiga hal tersebut yaitu:

Anjuran yang ke empat adalah membiasakan diri bangun menjelang fajar seperti yang telah kita lakukan pagi ini bersama, Untuk apa kita bangun menjelang fajar, tidak lain adalah untuk berdzikir kepada ALLAH swt. Shalat berjamaah shubuh yang baru saja kita lakukan bersama merupakan salah satu bentuk dzikir kepada ALLAH.. Ada hadits yang mengatakan bahwa pada waktu menjelang fajar ini apabila hambaku meminta akan saya beri dan apabila hambaku memohon ampun akan diampuni. Oleh karena itu marilah kita semua tetap menjaga kebiasaan kita untuk bangun pagi menjelang fajar untuk meminta dan mohon ampun kepada ALLAH swt melalui shalat shubuh dan doa. Rasulullah saw memberikan doa khusus setelah shalat subuh yang berbeda dengan shalat yang lain sebagai tambahan wirid yang biasa dilakukan setelah shalat seperti subhanallah, alhamdulillah, alllahu akbar, astagfirullah dan doa-doa lain. Seperti hadits yang diriwayatkan Abu Dzar (HR At-Tarmidzi) yaitu “ Barangsiapa setelah shalat shubuh sebelum meninggalkan tempat duduknya dan belum berbicara sedikitpun mengucapkan – La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir” sebanyak 10 kali ditulis baginya 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan, diangkat baginya 10 derajat, satu hari penuh ia terlindungi dari sesuatu yang tidak disukai, terlindungi dari setan, dan tidak ada dosa yang mencelakainya kecuali sirik”

 

Anjuran yang kelima adalah membaca alquran dan berusaha mengerti maknanya dan hendaknya didahului dengan membaca audzubillah himinasyaitanirajin seperti yang ditunjukkan dalam surah an nahl ayat 98 yang artinya “ apabila kamu membaca al quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada ALLAH terhadap syaitan yang terkutuk”. Perhatikan baik-baik saat membaca al quran tersebut supaya kita mendapat hidayah dari ALLAH. Orang yang mahir membaca Al Quran dikawal malaikat.

 

Anjuran yang keenam adalah mensyukuri nikmat sebagai tanda terima kasih kepada ALLAH. Banyak sekali nikmat yang telah diberikan oleh ALLAH kepada kita dan alangkah sombongnya kita kalau tidak mensyukurinya. Semua nikmat yang kita peroleh datangnya dari ALLAH, jadi jangan sampai kita merasa pada saat mendapatkan suatu kesuksesan misalnya hal itu merupakan berkat diri kita yang hebat dan pintar dan lain-lain yang sifatnya membanggakan diri, karena semua nikmat berasal dari ALLAH dan apabila Allah menghendaki tidak ada yang bisa mencegahnya. Firman ALLAH dalam surat An Nahl ayat 53 yang terjemahannya adalah “ dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah datangnya dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan maka hanya kepada-NYA-lah kamu meminta pertolongan”. Nikmat Allah ada yang secara fisik dapat kita rasakan seperti makan dan minum misalnya, dan ada pula yang berupa kenikmatan batin seperti ketentraman hati atau batin kita. Nikmat Allah yang tercurah kepada kita tidak dapat kita hitung karena saking banyaknya, dan tidak ada satu makhlukpun di dunia ini yang terlepas dari nikmat Allah, sehingga marilah kita semua selalu berdoa agar kita dijadikan orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat. Bagaimana cara kita mensyukuri nikmat ini. Ada tiga cara yang dapat dilakukan dalam mensyukuri nikmat ini antara lain:

–   dengan hati, artinya hati kita harus selalu memiliki keyakinan atau pengakuan bahwa semua nikmat yang kita peroleh hanyalah dari Allah semata.

–   Dengan lisan melalui ucapan puji-pujian kepada Allah seperti mengucapkan alhamdulillah misalnya di setiap saat sebagai tanda syukur atas segala nikmat yang telah kita terima

–   Dengan perbuatan yaitu mentaati Allah sehingga akan mengakibatkan adanya keseimbangan dalam jiwa kita, karena semua pemberian Allah akan kita pertanggungjawabkan nanti di sana.

 

Anjuran ketujuh adalah meringankan beban orang lain atau membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan dengan ikhlas. Membantu orang lain ini apabila kita jadikan sesuatu hal yang kita senangi dapat merupakan pintu yang sangat lebar untuk menuju surga karena memantu orang lain yang sedang dalam kesusahan dapat diibaratkan membantu Allah yang menciptakan orang yang sedang ditimpa kesulitan tersebut. Memberi makan kepada orang yang sedang lapar sama dengan memberi makan kepada Allah. Berbuat baik kepada orang lain juga dapat diibaratkan sama saja dengan berbuat baik kepada Allah sebagai penciptanya. Wanita yahudi pezina saja diampuni dosanya karena memberi minum anjing yang sedang kehausan, apalagi kita orang muslim yang membantu orang lain yang lagi ditimpa kesulitan. Namun kalau tidak ikhlas sebaiknya ditunda saja seperti yang diterangkan dalam firman Allah melalui surat Al Baqarah ayat 263 yang maknanya adalah “ perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima), Allah maha kaya lagi maha penyantun”. “ .

 

Anjuran yang ke delapan adalah berlaku zuhud, maksudnya adalah tidak konsumtif atau memaksakan diri pada sesuatu yang sifatnya sementara. Sebagai contoh fanatik terhadap suatu merk, misalnya handphone kalau tidak Nokia tidak mau. Kita tidak dianjurkan untuk fanatik kepada hal-hal yang sifatnya fana. Berlaku zuhud ini tidak lain tujuannya agar bekal kita di akhirat nanti banyak.

 

Anjuran yang ke sembilan adalah tersenyum. Seanglah kita tersenyum karena senyum merupakan karunia Allah yang besar. Orang akan bertambah cantik dan tampan apabila sedang tersenyum. Sebaliknya secantik dan setampan apapun seseorang kalau sedang marah misalnya atau sedang cemberut tentu tidak akan hilanglah kecantikan dan ketampanannya. Imam Ghazali mengatakan “ orang yang murah senyum (tapi jangan senyum-senyum sendirian dikala tidak ada siapa-siapa), akan dicintai Allah. Tersenyum merupakan tanda kelapangan dada dan merupakan pula ciri dari kemurahan hati dan suka memberi. Senyum merupakan sadaqah, dan ada suatu hadis yang mengatakan bahwa “ suatu kebaikan disisi Allah bertemu dengan saudara walaupun hanya dengan senyum”. Tersenyum laksana matahari pagi yang baru terbit karena menyebabkan semua orang senang. Allahpun menciptakan langit seisinya dengan tersenyum. Nabi salallahu alaihi wassalam berdakwah dengan lemah lembut dan tersenyum. Mustahil islam akan berkembang hingga saat ini bila didakwahkan dengan kekerasan. Orang yang murah senyum adalah orang yang mampu menentramkan hatinya sendiri dan hati orang lain. Akan tetapi senyum yang bernilai seperti ini hanyalah senyuman orang-orang yang ikhlas.

 

Anjuran yang kesepuluh yang sebaiknya kita jadikan kesenangan kita adalah jangan bersedih (la tahzan). Perintah jangan bersedih ada di surat Ali Imran ayat 139 yang maknanya “ Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-oramg yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman”. Sedih akan melemahkan jiwa dan semangat. Sedih hanya mempunyai daya menghentikan, padahal yang kita butuhkan justru daya untuk menggerakkan. Sedih dapat mengakibatkan krisis gairah dan tidak peduli apapun. Sedih dapat membawa seseorang kehilangan akal yang pada puncaknya dapat menjadi hilang ingatan beneran atau gila. Tentu saja ada banyak hal yang dapat mengakibatkan kita bersedih, tetapi jangan sampai hal itu membuat kesedihan kita yang berlarut-larut sehingga kita melakukan hal-hal yang terlarang. Kematian dari orang yang sangat kita cintai misalnya tentu membuat hati kita sedih, akan tetapi janganlah hal itu mengakibatkan berlarut-larut. Pada suatu hari Rasulullah lewat ditepi kuburan melihat seorang wanita yang sedang menangis meraung-raung sambil mengais-ngais tanah. Dengan lemah lembut nabi menghampirinya dan menasihatinya agar ibu tersebut tidah bersedih dan sebaiknya sabar dan ikhlas. Wanita tersebut malah menjawab dengan nada tinggi bahwa anda belum pernah ya merasakan bagaimana sedihnya ditinggal mati anak yang kita cintai. Nabi berlalu begitu mendengar apa yang diucapkan wanita tersebut. Tak lama berselang ada orang lain yang melihat kejadian itu menghampiri wanita tersebut dan bertanya, ibu tahu tidak siapa yang tadi menyapa ibu? Wanita tersebut menjawab tidak tahu. Orang tersebut lalu menerangkan bahwa beliau adalah Rasulullah yang telah ditinggal mati enam putra-putrinya. Begitu mendengan keterangan orang tersebut, wanita tersebut lalu bergegas berlari menghampiri Rasullullah untuk minta maaf.

Apa yang harus dilakukan tatkala kita bersedih hati? Ada lima anjuran yang sebaiknya dilakukan dikala kita sedang bersedih yaitu:

–    Shalat, karena shalat merupakan pelampiasan terbaik saat kita sedang bersedih

–   Sabar, artinya bertahan atau menerima pada keadaan yang ada dan mengucapkan innalillahi wainnailaihi raji’un. Sabar dapat menghasilkan sesuatu yang fenomenal, seperti dalam surat Al Anfal ayat 65 yang artinya “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti”.

–    Tawakal, artinya berserah diri kepada Allah

–   Jangan putus asa dari rahmat Allah seperti diterangkan dalam surah Az Zumar ayat 53 yang artinya” Katakanlah : hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

–   Berdoa.


Responses

  1. Subhanallah, Alhamdulillah..Nice Article…buat saya yg lagi belajar sabar…ikhlas…ridho…tawakal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: