Posted by: prihadisetyo | June 15, 2009

MENGATUR FREKUENSI START-STOP POMPA DENGAN TANGKI TEKAN DAN PRESSURE SWITCH

Tulisan ini dimaksudkan sebagai lanjutan tulisan lalu mengenai prosedur start stop pompa/fan dengan daya besar dan mengatur kerja pompa. Untuk mengurangi frekuensi start stop yang tinggi apabila digunakan sistem pengaturan dengan pressure switch saja, pada umumnya pompa dilengkapi dengan tangki tekan. Tangki tekan merupakan tabung yang akan diisi udara pada bagian atasnya, sedangkan di bagian bawahnya berhubungan langsung dengan sis keluaran pompa sehingga air dapat masuk ke dalamnya. Desakan air inilah yang akan memampatkan udara yang berada di atasnya sehingga volume udara mengecil dan tekanan naik yang dapat mengakibatkan tekanan di sisi keluaran pompa naik. Bila telah dicapai tekanan setting tertingginya, maka pressure switch akan memutus arus menuju motor sehingga pompa mati. Bila air dipakai lagi, maka air yang berada dalam tangki tekan akan berkurang sehingga udara yang berada di atasnya akan mengembang (volumenya bertambah) dan tekanan tangki turun terus sampai pada tekanan setting terrendahnya yang menyebabkan pressure switch akan berkontak kembali, arus listrik mengalir ke motor dan pompa bekerja kembali. Dengan demikian waktu antara stop dan start kembalinya motor bergantung pada setting pressure switch dan volume udara yang berada dalam tangki. Makin banyak udara dalam tangki, waktu antara start stop akan semakin lama yang berarti semakin jarang pula frekuensi start stop. Dengan kata lain kalau diinginkan start stop pompa yang jarang, untuk meningkatkan umur motor beserta pressure switch, pilihlah tangki tekan yang ukuran atau volumenya lebih besar. Berikut ini contoh dua pompa dengan ukuran tangki tekan yang berbeda. Sebelah kiri memiliki tangki tekan dengan ukuran yang lebih besar.

pompa

Dalam operasinya tentu saja pompa sebelah kiri akan lebih jarang start stop dibanding pompa sebelah kanan. Namun demikian kita tidak perlu kurang akal untuk menjarangkan frekuensi start stop pompa sebelah kanan, misalnya dalam kasus yang kita miliki sudah terlanjur seperti pompa sebelah kanan. Caranya adalah dengan membeli tangki tekan tambahan dengan ukuran yang kita inginkan dan memasangnya pada saluran pipa keluar pompa. Tentu saja kita butuh sambungan T yang relevan. Adanya tambahan tangki tekan mengakibatkan volume udara bertambah sehingga waktu yang dibutuhkan untuk memanpatkan dan mengembangkan menjadi lebih lama. Selamat mencoba, semoga berhasil dan umur motor dan pressure switch pompa anda akan semakin lama.

About these ads

Responses

  1. Pak Prihadisetyo, thanks u/ sharing nya.

    Sy baru bangun rumah, dan sy perhatikan jarang kontraktor mengerti sampai detail ke masalah tangki tekan, dll.

    Di rumah sy sudah pake torrent di atas (1m kubik), then sy merasa tekanan masih kurang, so sy beli pompa air kapastias kecil.

    Sy perhatikan kalau sy membuka keran di rumah, pompa nyala mati tiap 10 detik. Sy membutuhkan tangki tekan! (pompa ekonomis yang saya beli memiliki tangki tekan palingan 2 liter saja volumenya).

    Sy terpikir berkreatif ria dengan membuat tangki tekan sendiri dari tabung Aqua lima galon-an, karena pressure pompanya sy pikir tidak besar anyway (pompa Shimitzu 125w). Ternyata setelah sy baca2 di internet, tangki tekan yang ideal memiliki membran agar udara tidak langsung bersinggungan dengan air.

    Ada komentar / ide?

    Di pasaran, tangki tekan berapa harganya u/ ukuran relative kecil seperti yg sy butuhkan?

    Thank you,
    Eddy Tjawi

    Pak Eddy ysh, terima kasih kunjungan dan ceritanya. Anda sudah betul dan idenya bagus, cuman kalau dari tangki aqua galon ngisi udaranya bagaimana? Apa gak pernah nambah? Sebaikknya dibelikan tangki tekan yang biasa dipakai dipompa jetpump (ukuran diameter sekitar 25 cm, tinggi 30 cm) sudah dilengkapi dengan membran dan pentil sehingga secara periodik udaranya bisa kita isi ulang dengan cara mempompakannya. Dan pasang sendiri sebagai pengganti tangki tekan anda yang hanya dua literan tersebut untuk mengurangi frekuensi mati hidupnya saklar otomatisnya. Harganya sekitar 120 ribu rupiah kalau pintar nawarnya he-he-he. Selamat mencoba. Salam, PSD

    • I see.

      Okai, terima kasih atas info-nya.

      Ide saya untuk menggunakan tabung plastik Aqua 5 gallon-an, di samping kesannya lebih ekonomis, juga lebih keren tampangnya, karena kita akan dapat melihat permukaan air yang berangsur2 naik, ketika pressure-nya meningkat, dan kemudian surut ketika pressurenya turun. hehe…

      Ok deh, saya akan consider beli tabung logam.

      Salam,
      E. Tjawi

      • Kalau tangki tekan pakai plastik bekas air minum apa cukup kuat Pak. Soalnya kawan saya cerita dia pakai model plastik yg berwarna orange saja pecah beberapa kali.
        mohon info.

    • gimana kalo kasih ban sepeda aja? apa bisa di lakukan?.. mohon sarannya

      Gak bisa mas tangki tekan diganti dengan ban karena tangki tekan harus rigid sedangkan ban tidak rigid, nanti otomatisnya baru mati saat bannya meletus, he-he-he, Salam, psd.

  2. yth,
    tekanan dalam tabung di-isi berapa bar ? saya liat ada semacam pentil (seperti di ban sepeda)..apakah harus diisi dengan angin ?

    Dear Mas Agung, ya mas gunanya pentil memang untuk menambah udara dengan memompakannya karena udara lama-lama larut di air sehingga berkurang. Pengalaman saya sampai tekanannya sekitar 2-3 bar tergantung kemampuan mati hidupnya saklar otomatis di tekanan berapa (umumnya mati di sekitar 2 bar, hidup di sekitar 0,8 sampai 1 bar). Selamat mengisi udara secara periodik ya, salam. PSD

  3. salam kenal,

    saya baca artikel bapak tentang mesin pompa air.
    saya baru membeli rumah, dan saya berencana untuk menggunakan tanki air yang tidak terlalu tinggi dengan menggunakan 2 mesin pompa, pertanyaan saya adalah:
    bagaimana gambaran instalasi system penghisapan air dari tanah sampe pada instalasi dalam rumah, maksud saya bisakah saya dikirimkan gambar instalasi alur air dari dalam tanah- mesin pompa – tanki air – mesin pompa – instalasi dalam rumah, sekarang ini yang telah tersedia adalah mesin pompa kecil (bukan jetpump, dan menurut orang sekitar katanya didaerah saya itu cukup menggali tanah 7 meter maka air akan bagus)dan saya minta saran jenis mesin apa untuk mesin penghisap dari tanki ke instalasi

    terima kasih

    Mas Jojo, salam kenal kembali. di rumah saya juga makai instalasi seperti yang akan mas jojo pasang, bedanya sumber pertamanya adalah PAM lokal sehingga langsung masuk ke tangki, baru dari tangki tandon saya pompakan air ke kran-kran. Jadi untuk instalasinya, meskipun saya gak sempat gambar, prinsipnya adalah dari tanah disedot pakai pompa 1. Dari pompa satu mengisi tangki tandon. Saat masuk tandon lengkapi alat kontrol (level switch atau pressure control) untuk mengontrol kerja pompa 1 ini. Bila yang dipakai pressure control waktu masuk tandon harus dilengkapi dengan katup pelampung sehingga apabila tandong penuh, pelampung menutup kran, tekanan naik dan pompa 1 mati. Bila air dipakai pelampung turun pompa 1 jalan. Saya sarankan pakai level saja supaya pompa 1 tidak sering start stop. Kemudian dari tangki tandong sedot pakai pompa 2 menuju kran2. Pompa 2 ini sebaiknya dilengkapi pressure switch saja untuk mengatur kerjanya sehingga akan on bila salah satu kran dibuka dan akan off bila seluruh kran tertutup, ok, selamat mencoba. Salam, psd.

  4. Salam kenal,

    Pak, saya mau nanya apakah 1 pompa bisa di on/off dengan 2 level switch (dilengkapi dengan pelampung/pressure control) ?
    Untuk memperjelas pertanyaan saya : Air dari PDAM masuk ke tandon bawah (Tandon tanam), lalu didorong ke atas dengan 1bh jet pump. Saya ada rencana untuk memakai 2 bh tandon air yang diletakkan bersebelahan di dak lantai2 (ketinggian 7m dari tanah). Tandon-A untuk konsumsi air Lantai-1 tanpa menggunakan pompa dorong. Dan Tandon-B untuk konsumsi air Lantai-2 dengan pompa dorong.
    Permasalahannya adalah bagaimana cara yang terbaik untuk mengisi air kedua tandon atas ini ? karena saya cuma menginstall 1pipa suplai dari bawah ke atas.
    Mohon petunjuknya. Terima kasih.

    Pak Sukiman ysh, salam kenal kembali pak. Terima kasih kunjungannya. Sebuah pompa tidak atau sulit dikontrol oleh dua sensor yang bersamaan pak, nanti bingung motornya. Untuk kasus Bapak, saran saya Tandon A dan B dihubungkan saja pak, jadi seperti satu tandon besar. Dengan demikian kontrolnya satu saja, misalnya level kontrol saja. Pipa suplai bapak cukup satu dan air masuk di salah satu tandon saja, dan otomatis tandon satunya akan terisi pula karena keduanya terhubung oleh pipa (di bagian bawah tandon biasanya ada dua lubang, outlet dan penguras. Satu untuk keluaran ke masing-masing lantai dan satunya dihubungkan antara miliknya A dan B agar saling berhubungan). Semoga Bapak mengerti maksud saya dan selamat mencoba. Salam. psd

  5. Selamat sore mas…kebetulan ada blog nya, saya googling n nemu, so mau nanya2 dlu mas..hehehe…klo cocok bisa hub saya..hahahaa
    Gini mas…saya punya 2 sumber air yaitu pdam dan air tanah. maksudnya ada pdam itu buat cadngan saat2 tertentu…saya mau tau cara terbaik instalasi nya mas…klo boleh detail…apakah digabung or dipisah..

    Klo sekarang yg sedang dipakai digabung…tapi susah pengoperasiannya..soalnya memainkan saluran2 pipa air yg buat org baru yg tinggal dirumah bingung…saya mesti ngejelasin berkali2..malahan saking g ngertinya smpe gak ada air krena mereka g bisa. masalahnya saya sering tidak dirumah.

    Kalau dari instalasinya sih biasa saja, dari pdam dan air tanah itu punya masing2 satu pompa, terus pipa dr kedua pompa itulah yg digabung.ntar di pipa dikasi katup2 open close gtu..jadi g semua pomoa air itu dipakai. klo pake pompa air tanah,ya pompa pdam nggak,settingan katup pipa lain. gitu jg sebaliknya..ribet kan

    Klo kita bisa saling sharing lebih lanjut, bisa melalui email ya mas…hehehe…

    Makasi sebelumnya..

    Febri Q, menurut saya yang paling murah tetap digabung saja tapi sebelum pipa yang keluar dari pompa yang dari PAM nyambung ke pipa yang dari air tanah diberi tambahan check valve (katup searah) yang hanya bisa keluarkan air dari PAM menuju instalasi tapi dari air tanah kagak bisa masuk ke PAM. Untungnya kalau pompa air tanah beroperasi pasti pompa yang dari PAM tidak akan jalan meskipun krannya dibuka. Tapi syaratnya setting tekanan off-nya pompa dari air tanah harus lebih tinggi dibanding pompa dari PAM. Caranya ngeset ya diputar setting pressure switchnya sampai ketemu kondisi ini. Dengan demikian nantinya gak usah buka tutup kran, semua buka saja, kalau air tanahnya habis pasti pompa dari pam hidup sendiri otomatis. Bila dua-duanya jalan, karena pompa air tanah kehabisan air, ya terpaksa powernya dimatikan atau dicabut sehingga hanya pakai yang dari PAM. Ok selamat mencoba, tks. Maaf balasnya terlambat, saya suibuk sekali akhir2 ini, salam, psd.

  6. thanks

  7. Salam kenal dan salam sejahtera pak..

    Senang sekali rasanya karena telah menemukan blog bapak, saya mau bertanya nih pak..

    Di rumah saya pompanya menggunakan pressure switch. Tapi pompa saya sering sekali mengalami kerusakan, kalau keran air dimatikan pompa tidak mau mati, jadi harus dimatikan secara manual melalui sakelar. Kira – kira itu yang rusak bagian mana ya pak ??
    Terus supaya awet apakah perlu tabung tekan ??

    Mas Angga ysh,
    Salam kenal kembali. Mas kalau pakai pressure switch sebaiknya dilengkapi dengan tangki tekan supaya switchnya tidak cepat rusak. Mengenai yang harus dimatikan manual, penyebabnya banyak antara lain:
    1. Ada yang bocor di instalasi keluaran pompa (pipa, kran dll).
    2. Muka air yang disedot terlalu rendah sehingga penekanan berkurang hingga tak nyampai pada tekanan setting pressure switch.
    3. Impeller sudah aus sehingga daya tekannya rendah.
    4. Setting pressure switchnya terlalu tinggi.
    Nah coba periksa yang mana diantara penyebab tersebut. Selamat mencoba, salam, psd.

  8. Salam kenal & salam sejahtera Pak Pri…
    Saya ingin tanya2 tentang kondisi jet pump di rumah saya.
    Jet Pump di rumah saya digunakan dari tahun 1996, powernya 500 watt menggunakan tangki tekan 19 liter, digunakan untuk menarik air tanah kedalaman +/- 50 meter, disalurkan ke tandon air 500 liter, kemudian dari tandon disalurkan ke kran-kran.
    Baru-baru ini, keluaran airnya kecil, oleh karena itu saya lepas tangki tekannya kemudian saya isi anginnya di tambal ban dengan tekanan 40 psi. Setelah itu saya pasang lagi. Yang jadi masalah, biasanya kalau stop kran yang menuju ke tandon saya tutup, jet pump akan mati sekitar 30-50 detik. Sekarang jet pump nya tetap hidup walaupun stop kran sudah saya tutup, jadi harus dimatikan manual. Kira-kira ada masalah apa ya dengan jet pump nya?
    Terima kasih.

    Mas Made Tisna ysh, terima kasih kunjungannya dan salam kenal kembali. Mengenai jet pump Bapak saya kira penyebabnya adalah tekanan udara di tangki tekan tidak cocok lagi dengan setting matinya saklar akibat tekanan. Jadi bapak harus setting ulang pressure switch ke tekanan offnya lebih rendah supaya saat udara dalam tangki mengecil volumenya akibat desakan air tekanannya naik sampai mampu mematikan pompa. Kemungkinan kedua air bapak sudah mulai menipis cadangannya sehingga kecil debitnya sehingga gak mampu lagi mendesak angin dalam tangki tekan hingga titik off pompa. Kalau bukan itu penyebabnya, coba cek rangkaian kabelnya mungkin berubah? Tapi saya kira lebih disebabkan oleh air kecil sehingga setting yang gak cocok aja pak. Jadi coba settingnya diubah dikecilkan titik offnya, ok, selamat mencoba, semoga sukses, salam, psd.

  9. Salam kenal pak Pri,..mohon penjelasan sedikit mengenai jeppam saya, saya ada masalah dengan jetpam saya yang on dan off nya begitu cepat,..hampir tiada henti,..mohon pencerahan, bagaimana cara mengatur tekanan off / on pada jetpam,..dan berapa tekanan optimal pada tangki agar on dan off bisa lebih lama. Terimakasih

    Mas Ary, salam kenal kembali. Rasanya perlu diberlikan tangki udara dengan diameter sekitar 25 cm dan tinggi sekitar 35 cm mas. Jadi ada udara di dalam tangki yang dapat kembang kempis untuk mengatur on/off pompa biar agak lama. Habis itu rangkai dan set seperti yang saya jelaskan di tulisan. Tekanan optimum pada pompa jetpump 250 W sekitar 2-3 bar off-nya dan 1 bar on-nya, ok. selamat mencoba, salam. Psd.

  10. Salam kenal..
    blog yang bagus Mas..

    di rumah saya pasang pompa air Shimizu PS-135
    kalau saya buka tutup pressure switch nya, saya bisa melihat ada bagian yang bisa di set dengan tulisan – P + , tapi saya tidak menemukan delta P yang bisa saya lihat pada pompa Grundfos JP basic 3. dimanakah setting delta P ini berada?

    Mas yan, terima kasih. Wah dimana ya? Biasanya kalau gak ada tandanya saya coba putar-putar aja mas terus dijalankan dan dilihat alat penunjuk tekanannya saat mati dan start, baru kita rasa-rasa apa sudah cocok dengan harapan kita atau tidak. Kalau belum ya kita coba putar lagi/ ubah settingnya. Ok selamat mencoba, salam, psd.
    Terimakasih..

  11. Tanya Pak,

    Pernah terjadi sampe 3 x ketika rumah ditinggal pergi, waktu pulangnya kami nyalakan kran tapi tidak ada air. Pas di cek, pompanya panas sekali. Kami cabut colokan pompanya dan dibiarkan agak adem lalu dipancing air, pompanya hidup dan air lancar kembali. Pada kejadian ke 3, bunyi pompa jadi melemah, air juga jadi keluar. Pompanya diservice, tukang pompa hanya ganti sejenis karet seal ?? (kebetulan saya sedang keluar rumah)

    Sekarang pompanya uda berfungsi kembali, tapi kenapa air yang keluar dari kran kadang agak besar kadang kecil ? Aliran airnya sekarang tidak sederas dulu.
    Apakah pompa sudah lemah, harus ganti baru ?
    Oh ya pompanya Sanyo 350 watt (sumur dangkal).

    Terima kasih

  12. mslh air teman2 disini ternyata sama dgn mslh saya.. pompa dorong dr toren menuju ke kran2 selalu nyala mati cetak cetek (maap pake bahasa kampung.. hehe) .. posisi toren di lt 2 dimana level bwh toren lbh rendah dr kran k. mandi di lt 2.. maka sy pake pompa dorong & sy letakkan dibwh toren persis..
    set presur -P+ uda bosen.. penyakit tetep..
    1. Kesalahan apa posisi pompa hrs di atas level bwh toren?
    2. Ada presur suit yg set tekanan di 0.5-1bar aja? (ganti tipe swit?)
    3. utk shimizu ps-135 automatic kan tabung tekannya kecill.. klo diganti yg besar fitingnya gimana tu?
    makasih ya

    Dear Mas Bayu, saya kira penyebab utamanya adalah terlalu kecilnya tabung tekannya sehingga udara selalu cepat habis dan tidak segera diisi lagi. Tidak perlu ganti pressure switch, tapi tambahkan saja tabung agak besar, sekitar 25 cm diameternya dan tingginya 35 cm-an. Posisi pompa di atas level bawah toren gak masalah sepanjang tidak lebih dari 5 meteran. Fittingnya di saluran menuju kran (keluar dari pompa) dipasang T yang salah satu cabangnya menuju tabung tekan. Ok selamat mencoba, salam.

  13. Hallo pak Pri ,
    saya menggunakan pompa sanyo 150watt yg model ada tutupnya untuk pompa dorong rumah saya dari toren lt.2 posisinya dibawah toren dan setiap saya membuka hanya 1 keran maka pompa tersebut mati hidup terus menerus untuk stelan otomatis sudah maksimal menurut tukang pompa yg pernah saya panggil ,kira kira penambahan tangki tekanan seperti diatas apakah bisa mengatasi masalah saya ? kira kira ukuran tabung yang oke berapa ? dan bisa kirim gambar pemasanganya ?

    Terima kasih

    Dear Mas Barrel, mungkin mati hidupnya pompa mas secara terusmenerus sebagai akibat dari habisnya udara di dalam tangki bagian atas pompa. Kalau tidak ya bisa saja ditambah dengan tangki tekan ukuran diameter sekitar 25 cm dan tingginya 35 cm. Cara masangnya dipasang di pipa keluar dari pompa. Tambahkan sambungan T untuk memasang tangki ini. Gambarnya belum sempat ya tapi lihat saja di foto salah satu tulisan saya di sini. Selamat mencoba, salam, psd.

  14. salam kenal pak…
    pengen nanya…
    saya punya jet pump lakoni..saya pake tangki air 1100 L…..kalo mau ngisi air ke tangki harus manual,buka kran output ke tangki….yg saya tanya,apakah bisa qta otomatis ngisi air tanpa buka kran output ke tangki….apakah tangkix perlu swicth ato sensor….ato tangkix perlu di tutup rapat gitu…
    terima kasih

    Dear Mas Amrullah, salam kenal juga, terima kasih kunjungannya. Menjawab pertanyaan mas, saya kira bisa dengan dua cara:
    1. Pasang level switch sehingga pompa jetpump akan mati bila level air di atas, artinya sudah penuh dan otomatis pompa akan bekerja kembali bila level air di tangki sudah berada di bawah (artinya air dalam tangki hampir habis).
    2. Pasang elektode sensor yang akan mematikan dan menghidupkan pompa secara otomatis bila level air berada di atas dan di paling bawah, seperti solusi 1 tapi sensornya elektrode. sedangkan cara 1 tersebut sensornya adalah pelampung dua level.
    3. Pasang katup berpelampung di ujung keluarnya air yang dari jetpump ke tangki (saat mau masuk tangki) sehingga bila air sudah penuh, pelampung akan menutup katup akibat tertekan oleh tuas pelampung untuk kemudian tekanan air di sisi keluar pompa naik hingga mengerakkan pressure switch pompa. Cara ini akan mengakibatkan pompa sering start stop. Jadi kurang disarankan.
    Yang paling saya sarankan adalah cara pertama. Untuk lebih jelasnya baca tulisan saya tentang level switch. terima kasih, selamat mencoba. Salam, psd

  15. Salam kenal, informasinya sangat bermanfaat sekali.

    Pak Pri, mohon masukan dan pendapat ya.
    Kami ada kamar kos 5 kamar, dan masing-masing ada shower dan toilet duduk serta shower bilas. Karena tekanan air dari toren ke kamar mandi kurang kuat, saya tambahkan mesin pendorong wa**** 125 waat. hasilnya tekanan cukup baik meskipun beberapa kran dibuka bersaaan. namun Pak, saya kuatir dengan frekuensi on/off yg sering kerja pressure switch jadi berat dan saya kuatir cepat rusak.
    1/ Apakah saya perlu modifikasi dengan mengganti pressure swicth dg kualitas terbaik? tolong informasi merek dan type terbaik saat ini Pak.
    2/ Apakah saya perlu mengganti tabung tekan yg lebih besar. sbg info, tabung tekan bawaan terbuat dari kaleng namun ukurannya cukup kecil dg tinggi sekitar 15 cm.
    3/ pertanyaan lain adalah, untuk tipe tangki tekan kalau saya amati kok ada yg pakai pentil untuk isian udara dan ada yg tanpa pentil. apa bedanya dan mana yg lebih baik.

    terima kasih Pak.

    Mbak Nining, terima kasih atas pertanyannya yang banyak. Jawabannya adalah sebagai berikut:
    1. Untuk pressure switch saya kira kalau mbak takut ya sebaiknya diganti dengan yang lebih bagus. Saya gak tahu merknya tapi kalau saya nyari cari yang mahal gitu saja.
    2. Kalau tabung tekan sebaiknya diganti yang besar, umumnya tingginya sekitar 40 cm supaya frekuensi on-offnya turun. selain switchnya yang awet motor pompanya juga akan awet mbak.
    3. Pilihlah yang ada pentilnya sehingga kalau udaranya habis dapat ditambah dengan cara memompa pakai pompa ban sepeda. Jadi pompa ban sepedanya juga harus punya. Kalau yang gak pakai pentil, wah susah nanti, sebentar saja sudah gak berfungsi karena kehabisan udara tapi nggantinya susah, harus dibongkar lagi.
    4. Sebaiknya tangki dari logam saja, saya gak yakin dengan kekuatan bekas botol air.
    Terima kasih, selamat mencoba, salam, psd.

    • Untuk jawaban

      no 1, harga yg paling mahal untuk pressure switch sekitar berapa ya Pak? soalnya saya pernah beli beberapa kali yg seharga 25-40 ribu saja. dan beberapa kali rusak :(

      untuk jawaban no 3, tentang tabung tekan, seingat saya, posisi tabung tekan untuk pompa air sanyo ada di bawah mesin dan tidak ada pentilnya. tapi kayaknya bisa bekerja dengan baik juga. Apakah tabung di sanyo tsb memang berfungsi sbg tabung tekan?.

      Pak, nambah pertanyaan ya. Untuk saran di pertanyaan no 2 ttg tambahan tabung tekan, apakah diperbolehkan ditambahkan saja pipa sambungan dari mesin ke tabung tekan. karena posisi dudukan yg sulit shg lebih mudah di buat sambungan berupa pipa dari mesin tabung tekan. Apakah ada batasan toleransi jarak optimum (maksimal) dari mesin ke tabung tekan? Apakah dg model sambungan pipa tsb bisa tahan lama, mengingat tekanan dari tabung tekan cukup besar?

  16. Salam kenal pak. Numpang tanya. Saya punya pompa shimisu ps230 350W. Saat kran dbuka pompa hidup,tapi kadang saat kran dtutup,pompa mati hdup tiap detik dan trus menerus. Apakah tekanan angin ditabung berkurang pak?shingga mati hidup scara cpat. Pernah saya pompa angin di pentilnya, kluar air d pntilnya. Apakah air normal masuk dlam tangki tabung tekanan? Saya coba setting otomatnya kok ga pengaruh,putar ke arah + uda mentok,putar ke arah – juga ga ada pengaruhnya, apa otomatnya rusak ya pak? Pompa baru pasang sebulan,saat itu ksalahan dr tukang,angin d tabung dibuang,krn airnya ga naik2. Tukang bilang buang angin palsu. Apa bnar cara buang angin palsu sepeti itu pak? Banyak maaf pak pertanyaan saya banyak skali, mohon petunjuknya. Trima ksih banyak

  17. salam pak pri. bruntung skali saya bisa nemu blog yang bermafaat ini.
    begini pak pri, mungkin saya memiliki masalah yang mirip dengan mbak nining, saya memiliki rumah kos tiga lantai dengan 5 kamar setiap lantainya. ficture yang ada di dalamnya shower dan closet duduk. untuk mengalirkan air, saya tidak memungkinkan manaruh tangki air atap. kemudian saya memakai pompa dorong speronii 1500 watt dari lt 1. dan cukup mampu mensuplai semua kamar walaupun kran hidup semua. tapi kemudian saya khawatir pompa saya cepat rusak karena mesin sering hidup mati. dan mnurut penjualnya start awal mesin lebih boros listrik. untuk mengurangi hidup matinya mesin saya berencana menggunakan tangki tekan yang lebih besar.
    pertanyaan saya
    1. kira2 tangki brapa liter yang saya perlukan? dimana saya bisa temukan di bali?
    kira2 harganya berapa? apakah benar efektif untuk masalah saya?
    2. saya selalu takut dengan penambahan tangki yang besar akan lebih cepat merusak alat2 sniter saya? benarkah begitu?
    3. bagai mana dengan maintenanya? apakah sulit?
    4. jika saya mengganti dengan tangki tekan yang lebih besar apakah saya harus mengganti mesin pompa saya?
    trima kasih banyak pak.

    Mas Yanadi,
    Iya mas perlu tangki tekan untuk mengurangi frekuensi start stop pompa. Menurut hemat saya yang 50 lt cukup. Lebih besar lebih baik sih agar pompa dan switch-nya lebih awet. Tidak pak tidak akan merusak saniter asal tekanan kerjanya hanya di 3 bar maksimum. Maintenancenya gampang kok, tinggal ngisi udara bila udaranya berkurang yang ditandai dengan frekuensi start stop yang makin sering. Tergantung mas, kalau sekarang ternyata dengan pemakaian yang ada masih kerja terus menerus berarti ya kurang besar, tapi kalau tidak sering kerja ya sudah cukup. Ok semoga jelas, salam, psd.

  18. From : Mr. Sandi.
    suratjakarta@yahoo.com

    Berikut saya sampaikan bahan perhitungan dadi sebuah kasus :

    Diketahui sebuah rumah tinggal di dalamnya terdapat :
    -Sanitary Ficture yang digunakan adalah 4 bh WC dengan tangki glontor, 4 Bh Urinoir, 3 Bh Wastafel, 2 Bh Kitchen Zink, 3 Bh Bak Mandi, 3 Bh Shower, dan 10 bh Kran.
    -Rumah tersebut memiliki sebuah sumur dengan kedalaman 15 m ( jarak batas atas sumur ke permukaan air sumur ) dengan kedalaman air 6 m.

    Ditanya :
    Berapa kapasitas pompa yang dibutuhkan bilamana dan berapa head pompa serta bilamana menggunakan tangki tekan berapa volume tangki tekan untuk mencukupi kebutuhan tersebut ?

    Jawab !

    TABEL BEBAN UNIT ALAT PLUMBING ( Dapat Di Download dari SNI )

    JENIS SANITER NILAI UAP
    Water Closed Dengan Katup Gelontor 10
    Water Closed Dengan Tangki Gelontor 5
    Urunoir 5
    Lavatory 2
    Bak mandi 4
    Shower 10
    Janitor Fucat 4
    Kitchen Zink 4
    Fucat 2

    Dari Tabel Beban Unit Alat Plumbing ( UAP ) didapat :

    WC = 2 bh x 5 UAP = 10 UAP
    Urinoir = 2 bh x 5 UAP = 10 UAP
    Wastavel = 3 bh x 2 UAP = 6 UAP
    Kitchen Zink = 2 bh x 4 UAP = 8 UAP
    Bak Mandi = 2 bh x 4 UAP = 8 UAP
    Shower = 2 bh x 10 UAP = 20 UAP
    Kran = 10 bh x 2 UAP = 20 UAP

    TOTAL UAP = 82 UAP

    Dari Kurva Perkiraan beban Kebutuhan Air ( Dapat Di Download dari SNI ), untuk 82 UAP Di Dapat : Q menit Maksumun = 150 Liter Permenit
    Jadi kapasitas pompa adalah 150 Liter per Menit.

    Kedalam Air adalah 6 m, dan perbedaan elevasi air akibat cuaca dianggap 2 m ( permukaan air sumur akan naik saat musim hujan dan turun saat musim kemarau ) maka jika diambil panjang suction pompa tercelup 3 m sudah dianggap aman ( Ujung Foot Valve pipa Suction tidak boleh terlalu rendah / jaraknya terlalu dekat dengan dasar sumur, untuk menghindari agar lumpur tidak terhisap, juga tidak boleh terlalu tinggi dari dasar sumur, agar pada saat musim kemarau pompa tetap dapat menghisap air.

    Bila Friction Loss Pipa Suction diasumsikan 25 % maka Head Suction Pompa Adalah 15 m +2 m x 1.25 = 21.25 m

    Jika Lantai tertinggi rumah adalah 8 m, Friction Loss Pipa Discharge diasumsikan 25 %, dan Tekanan yang dibutuhkan oleh Sanitary Ficture adalah 0,7 Kg/cm2 maka didapat Heat Discharge pompa :

    8 m x 1.25 = 10 m + 0,7 Kg/cm2

    H = P / g x p
    Dimana :
    H = Heat Statik ( m )
    P = Tekanan Hidroststik ( Pa )
    p’ = masajenis air ( 1000 Kg/cm3 )

    Dengan menggunakan Formula diatas, untuk 0,7 Kg/cm2 didapat Heat Statik 7 m, maka 10 m + 7 m = 17 m ( ini adalah Head Statik Instalasi ), dan jika digunakan pressure tank dengan tekanan off adalah 0,8 Kg/cm2 diatas tekanan On, maka didapat Heat Discharge Pompa Adalah = 17 m + 8 m = 25 m

    Total Head Pompa adalah 21.25 m + 25 m =46,25 m

    Jika digunakan Pressure Switch dengan tekanan off = 2,5 Kg/cm2 dan On = 1,7 Kg/cm2 maka didapat Volume Pressure Tank Sebagai Berikut :

    Untuk Tangki udara bebas ( Tidak memakai Rubber Diafragma )

    Jika dikehendaki frekuensi hidup dan mati pompa adalah 15 detik, maka volume pressure tank adalah :

    Tekanan kosong = 0 Kg/cm2 = 1 Kg/cm2 absolute
    Tekanan On = 1,7 Kg/cm2 = 2,7 Kg/cm2 absolute
    Tekanan Off = 2,5 Kg/cm2 = 3,5 Kg/cm2 absolute

    ( 1 / 2,7 ) – ( 1 / 3,5 ) = 0,085

    Frequensi adalah 0.25 menit = 0.25 x Q menit Maksimal = 0.25 x 150 liter/menit = 37,5 liter

    Kapasitas Pressure Tank = 37,5 liter / 0,085 = 441 liter

    Untuk Tangki Diafragma.

    Jika dikehendaki frekuensi hidup dan mati pompa adalah 15 detik, dan tekanan awal diafragma adalah 0,5 Kg/cm 2 ( Ditekan dengan Kompresor ), maka volume pressure tank adalah :

    Tekanan kosong = 0,5 Kg/cm2 = 1,5 Kg/cm2 absolute
    Tekanan On = 1,7 Kg/cm2 = 2,7 Kg/cm2 absolute
    Tekanan Off = 2,5 Kg/cm2 = 3,5 Kg/cm2 absolute

    ( 1,5 / 2,7 ) – ( 1,5 / 3,5 ) = 0,127

    Frequensi adalah 0.25 menit = 0.25 x Q menit Maksimal = 0.25 x 150 liter/menit = 37,5 liter

    Kapasitas Pressure Tank = 37,5 liter / 0.127 = 295 liter

    CATATAN :

    Perlu diperhatikan bahwa tekanan On Pressure Tank ( saat pompa hidup ) harus sama atau lebih besar dari Head Statik Instalasi ( 17 m dari contoh diatas ), hal tersebut bertujuan agar pompa dapat mensuplay air sesuai dengan debit dan tekanan yang cukup di masing-masing sanitary fixtures.

    Tekanan Off Pressure Tank ( Saat Pompa Mati ) juga tidak boleh lebih tinggi dari Head Discharge Pompa ( Agar Pompa Dapat Dimatikakan ).

    Kapasitas pompa diatas adalah berdasarkan sanitary fixtures, bila sistem menggunakan tangki atap / roof tank, maka kapasitas dapat diturunkan ( dihutung berdasarkan kebutuhan per hari dan rata rata jam kerja pompa ), namun ketinggian roof tank harus diatur sedemikian rupa agar dapat mensupply aliran dan tekanan yang cukup, begitu juga dengan dimensi roof tank harus di buat dengan ukuran yang cukup untuk mengatasi debit puncak pemakaian.

    Friction loss sebesar 20 – 25 % adalah asumsi, detailnya harus dihitung berdasarkan kurva Friction loss, serta pressure drop valve.
    Namun bila digunakan formula dapat digunakan formula sebagai berikut :

    Friction Loss Pipa
    Q = (1.67) x c x d^2.63 x i^0.54 x 10000
    Dimana :
    Q = Debit Aliran ( liter/menit )
    c = Koefisiaen Aliran ( Pipa PVC c = 130, Galvanizen Steel c = 100 )
    d = Diameter dalam pipa ( m )
    i = Friction Loss = (m hydrostatik / m panjang pipa )

    Pressure Drop Valve :
    Q = Cv x √dp
    Q = Debit Aliran ( m3/jam )
    Cv = Koeffisien Aliran ( Didapat dari Tabel Valve yang dipakai )
    dp = Penurunan Tekanan ( Bar )

    SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT, BILAMANA ADA HAL HAL YANG PERLU DI KONFIRMASIKAN, PERTANYAAN DAPAT DI e-mail ke :
    suratjakarta@yahoo.com
    From : Mr. Sandi.

    Terima kasih sharingnya. Salam, psd.

  19. Salam Kenal Pak,
    saya punya pompa jetpump hitachi tipe lama. Bagian bawah ada tabungnya.
    pressure switchnya akhir2 ini start/stopnya terlalu pendek. Apakah dengan menambah tabung di sisi bagian Pancingan bisa menjadi solusi pak…?

    Salam

    Terimakasih

    Mas Dedy, bisa mas ditambah tabung, tapi bukan di sisi isap tapi di sisi keluaran. jadi kalau di sisi pancingan tersebut tekanannya tinggi saat pompa bekerja ya bisa artinya. Selamat mencoba, salam, psd.

  20. Pak Pri, thx atas ilmunya, sekalian mw nanya sedikit.
    Saya dah tanggung beli pompa otomatis/pressure switch (on=1kgf/cm2, off=8kgf/cm2), untuk ngisi toren 520lt.
    Nah, bagaimana jika sy pake radar level switch, apakah benar pemasangannya jika kabel ke pressure switch yang ada di pompa saya cabut, lalu saya sambungkan ke kabel radar level switch? Terima kasih.

    Mas Ronny, ya benar mas, jadi level control radar sebagai pengganti pressure switch mas, selamat mencoba, salam, psd.

  21. Pak pri, maaf mau nanya. Apakah bisa/benar kabel yg terhubung ke pressure switch di pompa, saya cabut, dan disambungkan ke kabel radar/level control switch ? Thx

  22. ass,tlg arahan dan bimbingannya pak,saya memakai pompa air otomatis yg berguna hanya utk mendorong air saja,ketika kran tdk dibuka full,pompa sering cetak ctek,lalu saya adjust pressure switchnya,alhasil pompanya tdk cetak cetek lagi,akan tetapi kerja pompa terdengar tdk normal(besar -kecil)yang ingin saya tanyakan;
    1.apakah tdk akan terjadi mslh pada pompa pabila kerjanya sepeti saya sebutkan diatas
    2.apakah dapat merusak instlasi pipa,apabila saya buka kran kecil,
    3.bolehkah bila saya memasang tabung tekan secara vertikal(dibawah pipa)

    Mas Saddabaktiaspari,
    Untuk pertanyaan pertama, barangkali jawabannya adalah tambahkan tabung udara yang agak besar untuk menyesuaikan range pressure switch dan biar gak cetrak cetrek. Bila buka kran kecil mestinya gak ngrusak pipa mas, tapi ya berakibat bisa cetrakcetrek lagi. Mengenai pemasangan tabung secara vertikal rasanya boleh saja, hanya barangkali merawatnya agak susah kali, terutama kalau mau nambah udara. Selamat mencoba, maaf terluambat balas, salam, psd.

  23. Pa saya mau tanya kalo pentil angin pada jetpump saya keluarkan semua anginnya dampak nya gimana?? Kedua apa perlu saya isi angin dengan pompa ban sepeda bisa ga???

    Mas Lutfi, dampaknya jetpump akan sering cetrak cetrek atau start stop sering sekali. Ya kalau udaranya habis atau tinggal dikit isi lagi dengan pompa sepeda juga bisa, tekanannya sekitar 3-4 bar dah cukup, jangan tinggi tinggi ya ntar pecah krannya he-he-he. Salam, psd.

  24. Salam kenal Pak,

    Langsung saja, kebetulan saya di rumah pasang jet pump simizu pc375, kedalaman sumur bor sekita 37 meter, sampai sekarang sudah 1 tahun lebih, pompa saya ada kerusakan air nya tidak naik, pas saya buka tabung y, berat sekali berisi air, akhirnya saya buka karet nya pecah, dan sudah saya ganti dengan yang baru, pertanyaan saya, berapa sebaik tekanan angin dalam tabung 19 Ltr, karena saya isi angin di tukang ban, sampai 15 bar, secara periodik setiap brp bulan angin di tabung harus di cek, dan pompa sekarang sudah jalan dan sudah normal kembali, apakah sudah benar yang saya lakukan dengan mengisi angin sekita 15 bar?.. terima kasih

    Mas Hambali, saya kira 15 bar kebesaran mas. mungkin 3 -4 bar cukuplah. Cek aja tiap 3 bulanan, kalau normal biasanya awet kok mas. Kurangi aja mas tekanannya biar alat plambingnya awet ya, tks, salam, psd.

  25. Selamat pagi pak Pri…

    Terima kasih pak, saya ingin bertanya nih, kalau saya ingin pasang alat otomatis/radar di toren air, sedangkan pompa nya sudah otomatis,banyak saran, kalau pakai radar di toren, otomatis di mesin pompa jangan di fungsi kan, tapi saya ingin otomatis di pompa tetap berjalan, apakah itu bisa?… bagaimana cara memasang/menghubungkan kabel listrik di mesin pompak ke alat otomatis radar, mohon penjelasan nya pak pri, terima kasih sebelum nya.

    Dear Pak Hambali, jawabannya menurut saya gak bisa pak karena nanti sistem kontrolnya bingung kan dua-duanya switch sebenarnya cuman sensornya aja yang beda. Untuk menghubungkan ke alat radar tinggal copot saja kabel power yang lewat pressure switch kemudian hubungkan ganti ke kabel yang ada di radar. Jadi yang dulunya dari stop kontak ke pressure switch terus ke motornya pompa, sekarang diubah menjadi dari stop kontak ke radar terus dari radar (yang satunya, karena ada dua kabel di radar) ke motornya pompa. OK, selamat mencoba. Salam, psd.

  26. selamat pagi…!! saya punya masalah pak…!! waktu saya membuka kran tekanna airnya menurun traktis pak…!! klo semua kran hampir gk ada tekanan air, klo boleh saya nanya dimana kira2 masalahnya pak……!! pada poma air groundpos yang memakai jet pak…!! kedalamn 30 meter.

    Mas Putu, dugaan saya pompa anda wattnya kekecilan, atau ada yang bocor instalasi pipa yang menuju ke tanah, atau tidak seimbang antara yang kembali ke tanah dengan yang ngalir ke kran (hal ini bisa jadi kalau sisi keluar pompa tidak dilengkapi dengan kran untuk membalans air keluar dengan air yang harus kembali ke tanah untuk mengaktifkan jetpumpnya) atau muka air tanahnya terlalu dalam untuk pompa tersebut sehingga gak mampu menyedot air sesuai dengan keinginan anda. Coba ceritakan lebih rinci instalasinya, siapa tahu saya bisa membantu, salam, psd.

  27. nanya mas,

    kalau pressure switch rusak, dimana bisa dibeli ya…dan berapa harganya? pumpa dorong saya merk panasonic…
    Mas Freddy, kalau anda di Jakarta, di glodok banyak mas. Atau di mana saja biasanya di toko-toko onderdil pompa banyak dijual atau toko listrik yang juga jual pompa air. Selamat mencoba ya, salam, psd.

  28. salam kenal pak Pri

    langsung saja nih. saya punya masalah dengan pompa jet pump, masalahnya
    1. pompa tidak mau berhenti walau semua kran tertutup, apa sebabnya?
    apa ini penyebanya?..pada saluran pipa yang ke dalam tanah ada bunyi (seperti) angin keluar (sssss…) dan suara air mengalir… apa itu tanda ada kebocoran….

    2. tabung tekanan sudah sy coba utk di tambah angin (pompa) cuma tekanan tetap, se-akan2 angin tdk masuk, tapi kalo saya tekan pentilnya keluar aingin, kenapa ya?… apa tabungnya bocor..??
    klo diukur dgn alat menunjukan 0 bar, tetapi meteran yang menempel dibadan pompa menunjukan angka 20 bar, mana yang benar meteran dipompa atau alat ukur tekanan yg tempelkan di pentil tabung…?

    langkah apa yg perlu dilakukan…
    sekian dulu, terima kasih

    Mas Tri salam kenal kembali,
    Rasanya memang ada yang bocor pipanya itu. Tolong diinstall ulang saja, prinsipnya harus tidak ada yang bocor semua pipa dan sambungan yang dari tanah maupun yang balik ke tanah. Terus di sisi pipa yang menuju outlet (kran, wastafel, shower atau ke tangki atas ) harus ditambah kran untuk bisa mengatur jumlah aliran air keluar dengan yang kembali ke tanah harus seimbang. Jika yang keluar ke kran lebih banyak maka daya sedotnya berkurang.
    Mengenai tabung tekanan saya gak yakin kalau 20 bar, 20 psi kali sebab kalau 20 bar bisa-bisa ada yang pecah instalasinya. Saya kira kalau yang diukur di pentil dan pentilnya tidak tertekan ya pasti 0 bar tapi kalau pentilnya tertekan sehingga udara dari dalam tangki bisa masuk ke alat ukur tanpa bocor pasti hasil pengukurannya mirip antara yang nempel di tangki/pompa dengan alat ukur.
    Selamat mencoba, salam, psd.

  29. ​媪h ˆ◦ˆ 媪h ˆ◦ˆ …. Rame yg nanya2… Ikutan nimbrung ya mas…. :)
    1 level switch… Apa bs untuk 2 pompa?
    Trus.. Settingan di otomatis pompa… Kl kita mo dijauhkan jaraknya… Sebenernya di switchnya kita terikkan apa kendorkan? Tq yoooo

  30. tolong tanya, kalau kita pakai tandon atas dengan ketinggian 3-4 mtr pompa jenis apa yg cocok untuk tambah daya semprot shower kamar mandi?

  31. salam kenal mas,, saya baru 2 minggu menempati rumah kontrakan. Problem yang saya hadapi adalah berkenaan dengan pompa air yang sering ngadat dan mesti dipancing dulu setiap kali menggunakannya. Saya sudah mencoba memanggil teknisi, dan menurutnya sumber air di tempat saya sudah berkurang. Sumber air yang saya gunakan adalah sumur bor. Namun, tetangga sebelah yang juga menggunakan mesin pompa air tidak ada masalah. Apa solusi untuk masalah saya ini? beli mesin pompa baru atau menambah pipa sumur bor yang ada?
    Terimakasih..

  32. Slamat malam saya mau tanya, saya baru beli pompa air lakoni baru tp setelah ku pasang ga keluar air motor hidup normal, pipa terpasang dngan lem rapat, di manakah kendala yg harus d benahi?
    Pdahal tertulis daya hisap 30m dn memakai listrik 250wat
    Sedang sumurnya hanya 18mtr

  33. Slamat malam saya mau tanya, saya baru beli pompa air lakoni baru tp setelah ku pasang ga keluar air motor hidup normal, pipa terpasang dngan lem rapat, di manakah kendala yg harus d benahi?
    Pdahal tertulis daya hisap 30m dn memakai listrik 250wat
    Sedang sumurnya hanya 18mtr tlong krim jawabanya ke emailku citra0cell@gmail.com

  34. saya membaca artikel bpk tentang pompa air, kebetulan saya juga sdgng ada masalah dgn pompa air di rumah.
    awalnya pompa air lama (wasser, 125 W), otomatisnya tdk berfungsi. biasanya kalau kran ditutup, maka dlm hitungan detik mesin mati otomatis. kebetulan saya mempunyai mesin pompa baru (merk firman, 125 W), saya coba ganti mesin dgn yg baru, satu hari berjalan lancar, tetapi setelah itu air tdk naik, saya ganti klep saring di bawah (smp berkali-kali gantinya),terakhir mesin baru ini tdk mau menyimpan air, air selalu turun padahal sebelumnya sy sdh sangat memastikan tdk ada masalah dgn klep filter atau sambungan pipanya…ini terbukti dgn tes isi pipa sebelum dipasang dan air tdk turun…
    sy teliti si mesin…ternyata ada tetesan air dr bagian bawah mesin..pantas air selalu habis saat di pancing…akhirnya (pamungkas) saya kepikiran pakai mesin lama lagi (yg penting ada air), masalah tdk otomatis gak apa-apa. sy pasang mesin lama..tetapi malah air gak naik…waduh…sy teliti baik2 mesinnya..ternyata dr tabung yg biasa di isi angin ada tetesan air..terlihat ada retakan pada tabung itu (maklum mesin tua)…inovasi saja, saya lepas tabung angin lama, diganti tabung angin dr mesin firman..e..e klop…lanjut test…sebelumnya saya isi ulang pipa dgn air…lalu mesin dihidupkan..wusss..air akhirnya keluar…Alhamdulillah…
    tapi..spt yg sy ceritkan di depan, otomatisny tdk berfungsi lagi…sy improfisasi lagi, sy putar2 baut ke arah minus dan positip…..tp belum ada hasil..selain itu saya merasa air keluar kalah kencang dr waktu sebelumnya..dan mesin sedikit jadi panas..

    pertanyaan saya :

    1. bagaimana supaya mesin saya bisa kembali otomatis.
    2. bagaimana supaya air bisa kencang lagi…apakah ini dipngaruhi angin pada tabung yg kurang?
    3. bagaiamana spy mesin tidak panas.?

    mohon bpk bisa membantu saya, kirim ke email sy di yantonurdianto@yahoo.co.id.

    saya sangat berterima kasih…

    wass

  35. dear mas…

    saya baru membeli radar untuk torent bagaimana cara instalasi kabelny dengan pompa air shumitzu 135?

    dan apa bisa digunakan secara bersamaan untuk automatic presure dan radar yg ada di torent?

    Mas Fajar ysh, cara instalasi kabelnya, karena radar hanya merupakan switch atau saklar maka kabel yang dari power listrik kita yang ada arusnya diputus dan disambungkan ke radar. Kabel satunya lagi yang di radar disambungkan ke pompa. Kabel power yang netralnya lengsung ke pompa saja tanpa melewati radar, ok, selamat mencoba semoga berhasil. Salam, psd.

  36. Pak Prihadisetyo,
    kalau pompa tekan yang ukuran 5 liter ditaruh tidak langsung duduk diatas saluran hisap tetapi disambung dengan pipa dulu, karena adanya keterbatasan tempat, apakah masih memungkinkan untuk bekerja dengan baik.

    Nabil

    Mas Nabil ysh, mungkin yang anda maksud tangki tekan ya. Tangki tekan memang gak disambung ke pipa isap. Dia disambung ke pipa tekan. Tapi kalau hanya ditaruh di atas pipa hisap ya gak papa. Perkara disambung dengan pipa karena keterbatasan tempat juga ok saja, yang penting disambungkannya di pipa keluar dari pompa ya, terima kasih, salam, selamat mencoba, psd.

  37. asalamualaikum,wr.wb
    saya memakai pompa merk grundfos jp basik 5 setelah saya pakai mempompa tiba-tiba tekanan membran dalam tabung kempis/kosong sehingga switch otomatis off ,dan mesin pompa mati kemudian saya lepas tabung saya pompa sampai 90 psi switch otomatis stack gak normal dan indikator tekanan tetap tidak mo turun ,mhn sarannya ,trims walaikumsalam.wr,wb

    Dear mas Reval, wah kayaknya tekanan yang anda pompakan ketinggian. 90 psi kan sekitar 6 bar padahal setahu saya pompa rumah hanya bekerja di kisaran tekanan 2-3 bar. Jadi saran saya kempesin aja udara di tabung sampai tekanannya sekitar 40 psi saja, pasang lagi kalau belum bisa start langsung kempesin lagi sampai bisa start. Nanti otomatisnya akan jalan lagi bila sebua kran tertutup pompa akan mati sendiri. Ok selamat mencoba, semoga sukses, salam, psd.

  38. as,wr.wb
    salam kenal pak pri ,saya mhn saran ,saya punya pompa merk grundfos jp basic 5 baru saya beli 3 bulan yang lalu,sewaktu pemakaian pompa tiba-tiba tabung tekan pada pompa kempis/kosong dan seketika itu mesin pompa mati ,dan inisiatif saya tabung saya pompa dgn tekanan 80 psi ,setelah itu tabung saya pasang kembali switch otomatis mati dan mesin pompa tida bekerja, tekanan indikator tidak turun dan switch otomatis tidak stabil ,mhn solusinya supaya pompa saya bisa saya pakai kembali .trims ,wss.wr.wb

    • Pak mau nanya..
      Saya punya jetpump shi****, kemarin gak mau hidup, setelah saya goyang2 baru hidup, nah setelah hidup tidak keluar air, setelah saya pancing airnya keruhh dan merah, saya buang semua anginnya di tabung, dan ketika mesin dihidupkan, air tidak keluar, dan mesin tidak mati, apa penyyebab kira2? Mesin digunakan untuk menyedot air sumur 12 M…
      Thanks yah pak

  39. ysh pak pri…
    tadinya kerusakan ada pada switch krn pompa gak mau off, udh sy ganti lalu setiap 2 menit pompa nyala sendiri padahal tdk ada krn yg dibuka… mohon sarannya pak..thanks

  40. salam,

    saya akan memasang tanki tekan, pompa yg saya gunakan mempunyai setting pressure switch 1 Bar ( on ) dan 1.8 Bar ( off ). Yang mau saya tanyakan berapa pressure yg perlu saya berikan kepada tanki tekan yg akan saya pasang ?

    Atas informasinya saya ucapkan terima kasih.

  41. Salam kenal…saya agung dari bekasi, pgn bertanya…1. pompa jet pump saya suka mati hidup?…2. aliran air di kamar mandi kecil, tapi di wastafel sama kran depan besar, kenapa ya?…tolong masukannya…terima kasih.

  42. AS,wr.wb
    salam kenal Pak Pri, saya menggunakan pompa grundfos type ch4-60PT (pompa baru ) dan dipasang sebagai pompa dorong, adapun pemasangannya untuk input diambil dari buangan tandon yang dipasang sejajar dengan menggunakan pipa dia.1″ dengan jarak pompa ke tandon sekitar 1 mtr dan sebelum masuk pompa dikasih reducer ke 11/4″, untuk output dipasang pipa dia 1” sejauh -+ 5mtr dan disambung dengan pipa dia 3/4″ sejauh 50-100mtr mendatar dan naik 3mtr, akan tetapi air yang keluar tekanannya kecil tidak sampai 3bar padahal yang saya butuhkan sekitar 125 psi setara 8bar dan untuk tangki tekannya tertulis max 10 bar, kira -kira dimana letak kesalahannya
    Terimakasih.
    wss,wr,wb

  43. Salam kenal,
    pompa di rumah saya, kadang-kadang harus di pancing dengan air? kalau terus-terusan begini kurang effesian. yang jadi pertanyaan saya apa penyebab ini terjadi mohon share pengalamannya. Tks

    Wassalam

    Dedi

    Dear Mas Dedi, pompa perlu dipancing karena saat start jika impeler pompa hampai ujung pipa isap tidak penuh dengan air maka pasti tidak bisa distart. Bagian isap pompa umumnya bertekanan lebih rendah dari tekanan udara luar (negatip) sehingga kalau ada sedikit saja kebocoran pasti akan terisi oleh udara saat pompa tidak bekerja sehingga waktu distart lagi bila sudah ada udara yang mengganti air di dalamnya pasti perlu dipancing. Jadi kesimpulannya tolong dicek lagi sisi isap pompa dari sejak masuknya air hingga ke pompa, pastikan tidak ada yang bocor dan jangan lupa pasangi foot valve atau check valve agar air yang sudah tersedot tidak bisa kembali ke sumur atau tandon. Selamat mencoba, salam. psd.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: